3. Prinsip-Prinsip Pencegahan Cedera
1.3.1 Fasilitas Olahraga
Fasilitas/facility menurut oxforddictionaries.com secara umum memiliki pengertian yaitu, suatu lokasi, atau sarana-sarana, atau bagian dari perlengkapan yang disediakan untuk tujuan khusus. Maka fasilitas olahraga dapat diartikan sebagai suatu lokasi, atau sarana-sarana, atau bagian dari perlengkapan yang disediakan untuk tujuan atau kegiatan olahraga. Olahraga telah dijadikan sebagai gerakan nasional dan merupakan implementasi dari pembangunan olahraga di Indonesia. Sejalan dengan itu, maka dicetuskanlah slogan “Tiada Hari Tanpa Olahraga” dengan harapan olahraga dapat tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat disegala lapisan, mulai dari perkotaan sampai ke pedesaan. Ketika olahraga telah menjadi sebuah kebutuhan setiap orang dalam hidupnya maka timbulah sebuah permasalahan yaitu kebutuhan akan fasilitas yang bisa menunjang aktivitas olahraga. Demi kenyamanan dan kelancaran dalam melakukan aktivitas olahraga tersebut maka diperlukan pula fasilitas yang baik dan memenuhi standar keolahragaan. Dalam hal ini Pemerintah sebagai pembuat kebijakan mempunyai kewajiban dan tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan fasilitas tersebut sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005. Vladimir Hobza, Tomas Dohnal (2008: 7), infrastruktur merupakan salah satu kondisi dasar yang harus dipenuhi sebagai kebutuhan kolektif dan individu. Selama dua puluh tahun terakhir, dikembangkan negara Eropa barat telah secara sistematis mengembangkan infrastruktur olahraga. Di negara maju, dasarnya infrastruktur olahraga telah dibangun sesuai standar norma dan norma berbeda untuk setiap negara. Perencanaan konsepsi infrastruktur olahraga didasarkan pada analisis perkembangan pada saat ini. Rochelle Eime (2017: 248), Peningkatan prerstasi olahraga umumnya dikaitkan dengan penyediaan fasilitas olahraga yang baik pula. Penyediaan fasilitas olahraga juga merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap partisipasi masyarakat dalam melakukan aktifitas olahraga. Fasilitas olahraga didalamnya terdiri dari sarana dan prasarana penunjang aktivitas olahraga. Sarana sendiri merupakan salah satu unsur penting yang harus tersedia dalam olahraga. Dalam olahraga sendiri terdapat banyak alat yang digunakan baik untuk bermain, berlatih maupun bertanding dalam event olahraga. Sedangkan Soepartono (2000: 6) menyatakan bahwa: “Istilah sarana olahraga adalah terjemahan dari facilitie yaitu sesuatu yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani”. Sarana olahraga dapat dibedakan menjadi dua kelompok:
a) Peralatan (apparatus)
Peralatan ialah sesuatu yang digunakan contoh: peti lompat, palang tunggal, gelang-gelang dan sebagainya.
b) Perlengkapan (device)
Semua yang melengkapi kebutuhan prasarana misalnya, net, bendera untuk tanda, garis batas. Sesuatu yang dapat dimainkan atau dimanipulasi dengan tangan atau kaki misalnya: bola, raket, pemukul.
Prasarana olahraga pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat permanen. Tanpa didukung dengan prasarana yang baik maka sulit untuk melakukan aktivitas olahraga yang berkualitas dan bahkan sulit memperoleh prestasi olahraga yang tinggi. Menurut Soepartono (2000: 5) bahwa “Prasarana olahraga adalah sesuatu yang merupakan penunjang terlaksananya suatu proses pembelajaran pendidikan jasmani. Menururt Jackie Grieve, Emma Sherry (2012: 218) fasilitas olahraga memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat umum, mayoritas pengguna fasilitas menyatakan bahwa fasilitas olahraga memberikan efek positif bagi mereka, tidak hanya manfaat fisik saja yang di dapatkan, tetapi juga dapat memperkuat komunitas olahraga dan juga meningkatkan partisipasi olahraga bagi masyarakat. Namun untuk menyediakan fasilitas olahraga membutuhkan dukungan dana dari pemerintah, pemerintah daerah ataupun organisasi olahraga.
1) 1. GOR (Gelanggang Olahraga)
Gelanggang Olahraga (GOR) adalah fasilitas indoor yang dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga. GOR sering digunakan untuk olahraga seperti basket, voli, bulu tangkis, dan senam. Fasilitas ini biasanya dilengkapi dengan lapangan, tribun penonton, ruang ganti, serta area penyimpanan peralatan. GOR merupakan tempat yang sangat fleksibel, seringkali juga digunakan untuk acara komunitas dan kegiatan lain. Biasanya dilengkapi lapangan yang sesuai, tribun penonton, ruang ganti, area penyimpanan peralatan, dan fasilitas pendukung seperti pencahayaan serta sistem suara. Fleksibilitas GOR memungkinkan pemanfaatan untuk pameran, seminar, atau kegiatan sekolah, sementara pengelolaan yang baik mencakup jadwal penggunaan, program pelatihan, dan kebijakan keselamatan untuk menjaga kenyamanan dan kesejahteraan pengguna.
2) 2. Lapangan
Lapangan adalah fasilitas outdoor yang dirancang secara khusus untuk cabang-cabang olahraga tertentu. Contoh jenis lapangan meliputi:
- Lapangan Sepak Bola: Digunakan untuk pertandingan sepak bola, dengan ukuran yang standar dan dilengkapi dengan gawang.
- Lapangan Basket: Memiliki dua ring basket di masing-masing sisi, biasanya dilapisi dengan permukaan khusus seperti tanah liat atau sintetis.
- Lapangan Tenis: Dapat menggunakan permukaan keras, tanah liat, atau rumput, dan dirancang untuk permainan tunggal atau ganda.
3) 3. Stadion
Stadion adalah fasilitas besar yang dapat mengakomodasi ribuan penonton dan dirancang untuk berbagai acara olahraga berskala besar. Cabang olahraga yang sering dilakukan di stadion mencakup atletik, sepak bola, dan olahraga lainnya, tergantung pada desain stadion. Biasanya memiliki tribun, fasilitas untuk tim, dan area media.
4) 4. Kolam Renang
Kolam renang adalah fasilitas yang dirancang untuk olahraga air dan rekreasi. Kegiatan yang dapat dilakukan di kolam renang termasuk renang gaya bebas, renang estafet, dan pelatihan penyelamatan. Kolam renang bisa berupa kolam dalam (olahraga kompetitif) atau kolam dangkal (rekreasi).
5) 5. Meja Tenis Meja
Meja tenis meja adalah fasilitas untuk olahraga tenis meja, yang dimainkan oleh dua atau empat pemain. Permukaan meja yang datar dan jaring tengah merupakan elemen penting, dan sering kali dilengkapi dengan pemukul dan bola. Olahraga ini mengedepankan keterampilan refleks dan strategi, dan dapat dimainkan baik secara kompetitif maupun santai.
6) 6. Matras Yoga
Matras yoga adalah alat yang digunakan dalam praktik yoga dan latihan mindfulness. Matras ini menyediakan permukaan yang nyaman dan aman untuk berbagai posisi dan gerakan. Cabang olahraga ini berfokus pada kebugaran fisik, meditasi, dan relaksasi, dengan variasi aliran yoga seperti Hatha, Vinyasa, dan Ashtanga.
7) 7. Treadmill
Treadmill adalah alat olahraga indoor yang digunakan untuk berlari atau berjalan. Treadmill memungkinkan atlet untuk berlatih dengan mengatur kecepatan dan kemiringan sesuai kebutuhan. Aktifitas ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan stamina.
8) 8. Dumbbell
Dumbbell adalah peralatan angkat beban yang biasanya digunakan dalam latihan ketahanan. Cabang olahraga ini termasuk angkat berat, bodybuilding, dan berbagai latihan fungsional. Dumbbell dapat digunakan untuk berbagai variasi latihan untuk kekuatan tubuh bagian atas, punggung, dan kaki.
9) 9. Trekking
Trekking adalah kegiatan berjalan jauh di alam terbuka, biasanya melalui jalur pegunungan atau trekking trails. Kegiatan ini merupakan bagian dari cabang olahraga hiking dan outdoor adventure, memberikan tantangan fisik serta manfaat mental dan emosional dari berinteraksi dengan alam.
1010. Hiking
Hiking mirip dengan trekking, tetapi lebih berfokus pada kegiatan berjalan di jalur alami, yang bisa bervariasi dari jalur yang mudah hingga sangat menantang. Hiking mengutamakan kondisi kebugaran fisik, eksplorasi alam, serta menikmati keindahan alam.
1111. Panjat Tebing
Panjat tebing adalah olahraga yang melibatkan mendaki tebing atau dinding vertikal. Fasilitas yang sering digunakan mencakup dinding panjat indoor dan formasi batu alam di luar ruangan. Cabang olahraga ini sangat teknis dan memerlukan kekuatan, ketahanan, serta keterampilan strategi.
1212. Arena Ice Skating
Arena ice skating adalah fasilitas yang dirancang untuk olahraga seluncur es. Aktivitas dapat mencakup figure skating, ice hockey, dan curling. Arena ini umumnya dilengkapi dengan lapisan es yang halus dan aman bagi para skater.
1313. Sirkuit Balap
Sirkuit balap adalah tempat yang dirancang untuk berbagai jenis balapan, baik motor maupun mobil. Cabang olahraga yang terkait termasuk Formula 1, MotoGP, dan balap mobil touring. Sirkuit ini dapat diatur untuk berbagai jenis balapan dan biasanya memiliki fasilitas untuk penonton dan tim.
1414. Arena Skate Board
Arena skate board adalah fasilitas yang dipenuhi dengan ramp dan struktur untuk skateboard. Arena ini dirancang untuk berbagai trik dan kegiatan skating, dan berfungsi untuk memfasilitasi cabang olahraga skateboarding yang semakin populer.
1515. Arena Tinju
Arena tinju adalah tempat yang dirancang khusus untuk pertandingan tinju. Fasilitas ini dilengkapi dengan ring tinju, peralatan pelatihan, dan area tribun penonton. Cabang olahraga ini berfokus pada olahraga bela diri dan kompetisi fisik, yang mengutamakan keterampilan teknik dan daya tahan.
1.3.2 Tingkat Kebugaran Jasmani
Keseimbangan antara aktivitas, istirahat, dan pola makan yang teratur pasti akan menghasilkan kondisi kebugaran fisik. Menurut Yudatama, (2021:68-74) kebugaran yang baik merupakan kunci untuk melaksanakan tugas sehari-hari atau aktivitas fisik dalam jangka waktu yang relatif lama tanpa kelelahan yang memungkinkan seseorang untuk tetap menikmati waktu luangnya. Selain itu, Wardani & Nurudin, (2020: 100) menyatakan bahwa kebugaran jasmani adalah tingkat kesehatan yang aktif dan aktif seseorang yang melakukan aktivitasnya secara efektif. Sehingga dari pengertian tersebut dapat disimpulkan kebugaran jasmani suatu kegiatan atau suatu aktivitas fisik yang bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh agar tubuh tidak cepat merasakan lelah yang berarti. Kebugaran memiliki berbagai macam komponen di dalamnya hal ini dapat mempengaruhi dalam kebugaran tersebut. Berikut merupakan komponen-komponen yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani menurut Nugroho (2022) menyatakan bahwa macam-macam komponen kebugaran jasmani yaitu:
(1) Kekuatan merupakan kemampuan otot untuk melakukan kerja, seperti menggerakkan bagian tubuh saat berlari, berjalan, dan mengangkat beban saat bergerak. Contoh cedera : patah otot, keseleo otot, atau cedera punggung bawah.
(2) Daya tahan merupakan kemampuan individu dalam menggunakan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah secara efektif dan efisien dalam suatu aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Contoh cedera otot: Kelelahan otot berlebih, yang dapat menyebabkan kram otot atau rugby/ strain. Contoh cedera kardiovaskular: Hingga mencakup serangan jantung ringan, sesak napas, atau kelelahan parah setelah latihan.
(3) Daya ledak merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan tenaga maksimal yang dikeluarkan dengan cepat. Contoh cedera : Robekan otot paha (dari lompatan tanpa pemanasan).
(4) Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan secara berulang-ulang dalam waktu sesingkat-singkatnya. Contoh cedera : Cedera tendon, seperti tendon Achilles atau shin splints.
(5) Fleksibilitas merupakan kemampuan seseorang dalam beradaptasi terhadap segala aktivitas dengan cara meregangkan tubuh secara luas. Contoh cedera : Robekan ligamen, tendonitis, atau strain otot.
(6) Kelincahan merupakan kemampuan seseorang untuk beralih tempat atau bergerak pada suatu daerah tertentu dari depan ke belakang, dari kiri ke kanan ke samping. Contoh cedera: Keseleo ligamen, terutama di pergelangan kaki atau lutut, akibat perubahan arah yang tiba-tiba.
(7) Koordinasi adalah kemampuan individu untuk menyatukan sejumlah gerakan ke dalam satu pola gerakan yang konsisten. Contoh cedera : Cedera otot atau sendi akibat gerakan yang tidak terkoordinasi, seperti tersandung atau terjatuh.
(8) Keseimbangan merupakan keadaan di mana unsur- unsur atau kekuatan dalam suatu sistem berada dalam proporsi yang seimbang, sehingga ia dapat mengendalikan gerak dengan baik dan benar. Contoh cedera : Jatuh atau keseleo lutut yang dapat menimbulkan cedera pergelangan kaki atau lutut.
(9) Ketepatan merupakan kemampuan individu dalam mengarahkan gerakan secara bebas menuju suatu sasaran. Contoh cedera : Keseleo pergelangan kaki (dari mendarat tidak tepat).
(10) Reaksi adalah kemampuan untuk bertindak segera dan cepat dalam menanggapi rangsangan yang dihasilkan oleh inderanya. Contoh cedera : Cedera punggung (dari mengangkat beban secara tiba-tiba).
Faktor yang mempengarui kebugaran fisik, menurut Manurizal (2019) menyatakan bahwa unsur-unsur yang memengaruhi tingkat kebugaran fisik seseorang, yang membedakan mereka satu sama lain, yaitu: (1) Faktor makanan seperti mengonsusmsi makanan yang tinggi karbohidrat bisa membuat daya tahan tubuh berada dalam kondisi terbaik.dan optimal. (2) Faktor usia yaitu seiring bertambahnya usia, segala menjadi lebih baik karena fungsi organ dalam tubuh akan meningkat optimal. Sedangkan dimasa dewasa, hal itu akan terjadi hilangnya kekuatan fisik karena rusaknya banyak jaringan tubuh. (3) Faktor kebiasaan hidup sehat seperti tidur teratur, makan makanan sehat, tidak merokok. (4) Faktor lingkungan seperti akses olahraga, udara polusi itu sangat mempengaruhi. (5) Faktor latihan dan olahraga yaitu atihan atau olahraga secara teratur itu bisa meningkatkan kebugaran jasmani. (6) Faktor teknologi: dengan adanya teknologi seperti handphone kemudian alat trasfortasi semakin canggih akan sangat berpengaruh dalam kebugaran jasmani karena Ketika melaksanakan terlalu berlebihan akan membuat kebiasaan tubuh yang kurang bergerak. Menurut Yudatama (2021), permasalahan yang disebabkan oleh kurangnya kebugaran jasmani siswa menunjukkan bahwa pada milenium ini siswa masih kurang memiliki kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmaninya, Kurangnya sarana, prasarana di sekolah dan faktor lain seperti kurangnya kreativitas guru dalam mengajar sehingga siswa kurang tertarik dan antusias dalam pembelajaran pendidikan jasmani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar