Jumat, 09 Mei 2025

PENCAK SILAT

 

A.  Pengertian 

          Pencak  silat yaitu istilah yang digunakan untuk olahraga beladiri yang berasal dari budaya bangsa Indonesia yang perlu dikembangkan dan lestarikan . Pencak silat mempunyai dua kata yang memiliki arti yang berbeda yaitu "pencak" dan "silat". Pencak sendiri berasal dari bahasa jawa, yang bermakna "gerakan" atau "langkah", yang merujuk pada gerakan-gerakan tubuh seperti tangan dan kaki dalam seni bela diri . Demikian juga silat yang berasal dari bahasa, melayu yang bermakna "bela diri" atau "pertarungan", yang merujuk pada teknik-teknik yang digunakan untuk melindungi diri dari serangan lawan. Gerakan-gerakan tersebut dapat berupa tendangan, pukulan, tangkapan dan gerakan lainnya. Adapun pengertian pencak silat menurut seorang ahli bernama Boechori Ahmad yaitu gerakan fitrah manusia untuk membela dirinya sendiri yang menghubungkan gerakan serta pikiran.  

            (Juli Candra:2021) menyatakan bahwa pencak silat adalah gerakan serang bela yang berupa tari dan berirama dengan berupa peraturan adat kesopanan tertentu yang bisa dipertontonkan di depan umum. Seni bela diri ini seringkali dipertontonkan di depan umum dalam bentuk pertunjukan seni yang kerap diiringi oleh musik tradisional dalam acara-acara budaya, festival dan upacara adat. namun, para pesilat harus mengikuti peraturan-peraturan yang meliputi etika dan moral yang harus dijunjung tinggi seperti menghormati lawan, menghormati guru dan menghormati tradisi. Pencak silat dapat dimainkan secara perorangan, berpasangan maupun beregu (Widayanti: 2020).

       Tujuan pencak silat adalah untuk mengembangkan pendidikan mental dan spiritual, mengembangkan aspek bela diri, meningkatkan kesehatan dan kekuatan fisik, meningkatkan kedisiplinan dan kesabaran, serta meningkatkan rasa percaya diri dan kepribadian. Hal ini sejalan dengan apa yang dijelaskan dalam buku "Sejarah Pencak Silat: Aliran Pencak Silat di Indonesia beserta Tujuannya" (Ketut Sudiana dan Ni Luh Putu Sepnawati :2017), yang menyatakan bahwa pencak silat tidak hanya sekedar gerakan bela diri, tetapi juga memiliki unsur pendidikan, kesehatan, dan kepribadian yang penting bagi pengembangan diri.

Sejarah perkembangan pencak silat

Pencak silat merupakan olahraga seni beladiri yang berasal dari bangsa rumpun Melayu, termasuk Indonesia. Jumlah perguruan pencak silat sangat banyak, berdasarkan catatan PB IPSI sampai dengan tahun 1993 telah mencapai 840 perguruan pencak silat di Indonesia. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). IPSI didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, Jawa Tengah. Upaya untuk mempersatukan pencak silat sebenarnya sudah dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1922 di Sagalaherang, Subang, Jawa Barat, didirikan Perhimpoenan Pentjak Silat Indonesia untuk menggabungkan aliran pencak Jawa Barat yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara. Pada masa pendudukan Jepang, Presiden Soekarno pernah menjadi pelindungnya. 

Upaya serupa juga diadakan di Yogyakarta. Pada tahun 1943, beberapa pendekar pencak silat, yaitu R. Brotosoetarjo (pendiri perguruan silat Budaya Indonesia Mataram), Mohamad Djoemali (pendekar pencak Setia Hati dari Sekolah Taman Siswa), R.M. Harimoerti (pendiri aliran pencak Tejokusuman), Abdoellah (pendekar Pencak Kesehatan), R. Soekirman (pendekar pencak Rukun Kasarasaning Badan), Alip Poerwowarso (pendekar pencak Setia Hati Organisasi), Soewarno (pendekar pencak Setia Hati Terate), R. Soepono Mangkoepoedjono (pendiri perguruan pencak Persatuan Hati), dan R.M. Soenardi Soerjodiprodjo (pendiri perguruan pencak Tunggal Hati), mendirikan organisasi dengan nama Gaboengan Pentjak Mataram yang disingkat Gapema untuk bersama-sama menggalang pencak silat yang tumbuh di Kesultanan Yogyakarta. Gapema diketuai oleh K.P.H. Nototaruno, adik Sri Paduka Paku Alam VIII.

Setelah beberapa tahun, tepatnya pada tahun 1947, di Yogyakarta juga berdiri satu organisasi bernama Gabungan Pentjak Seluruh Indonesia yang disingkat Gapensi dengan tujuan mempersatukan aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Gapensi didirikan oleh Mohamad Djoemali (pendekar pencak Setia Hati dari Sekolah Taman Siswa) bersama beberapa tokoh pencak silat lainnya, yaitu R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo (pendiri perguruan silat Perisai Diri), Ki Netra Widjihartani (pendiri perguruan pencak silat Prisai Sakti Mataram), R. Brotosoetarjo (pendiri perguruan silat Bima), dan Widjaja. Meskipun organisasi di Jawa Barat dan Yogyakarta ini bercita-cita nasional, namun keanggotaannya masih berskala lokal. Untuk itu PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia), yang kemudian berganti nama menjadi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), mengadakan sebuah Konferensi Bagian Pencak di Solo pada tanggal 2 Juni 1948. Pertemuan tersebut sebelumnya telah diawali dengan rapat pembentukan Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia di Solo pa
da awal tahun 1947 yang diprakarsai oleh Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro, yang di kemudian hari beliau menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dari hasil rapat ini dibentuklah panitia IPSI (Ikatan Pentjak Seluruh Indonesia) pada bulan Mei 1947 yang diketuai oleh Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro. IPSI bernaung di bawah Kementerian Negara Urusan Pemuda.

B.  Teknik- teknik dasar pencak silat

Pencak silat terbagi atas dua nomor, yaitu tanding dan seni. (Supriatna Endang:2010), mengatakan keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Nomor Tanding bertujuan untuk memenangkan pertandingan dengan gerakan serangan dan pertahanan, waktu terbatas, dan penilaian berdasarkan poin. Sedangkan Nomor Seni bertujuan untuk  menampilkan keindahan gerakan dengan fokus keindahan dan kesempurnaan, waktu tidak terbatas, dan penilaian berdasarkan keindahan dan kesempurnaan. Dikutip dari buku Pencak Silat (2015) karya Erwin Setyo Kriswanto, S.Pd., M.Kes.AIFO, ada empat aspek dalam pencak silat. Empat aspek pencak silat adalah aspek mental spiritual, aspek seni, aspek bela diri, dan aspek olahraga. Aspek seni dari pencak silat adalah wujud kebudayaan dalam bentuk gerak dan irama. Perwujudan gerak pencak silat sendiri ditekankan pada keselarasan antara raga, irama, dan rasa.

1.    Nomor tanding

Pertandingan pencak silat nomor tanding dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan berat badan, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, dan L. Pertandingan pencak silat nomor tanding juga dibagi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan berat badan.

o  Kelas pertandingan

a.       Usia Dini

·     Kelas A 26 kg s/d 28 kg.

·     Kelas B diatas 28 kg s/d 30 kg.

·     Kelas C diatas 30 kg s/d 32 kg.

·     Kelas D diatas 32 kg s/d 34 kg.

·     Kelas E diatas 34 kg s/d 36 kg.

·     Kelas F diatas 36 kg s/d 38 kg.

·     Kelas G diatas 38 kg s/d 40 kg.

·     Kelas H diatas 40 kg s/d 42 kg.

b.      Remaja

1)   Putra

·         Kelas A : 39kg – 43kg

·         Kelas B : 43kg – 47kg

·         Kelas C : 47kg – 51kg

·         Kelas D : 51kg – 55kg

·         Kelas E : 55kg – 59kg

·         Kelas F : 59kg – 63kg

·         Kelas G : 63kg – 67kg

·         Kelas H : 67kg – 71kg

·         Kelas I : 71kg – 75kg

·         Kelas J : 75kg – 79kg

·         Kelas K : 79kg – 83kg

·         Kelas L : 83kg – 87kg

·         Kelas Bebas : 87kg keatas

2)   Putri

·         Kelas A : 39kg – 43kg

·         Kelas B : 43kg – 47kg

·         Kelas C : 47kg – 51kg

·         Kelas D : 51kg – 55kg

·         Kelas E : 55kg – 59kg

·         Kelas F : 59kg – 63kg

·         Kelas G : 63kg – 67kg

·         Kelas H : 67kg – 71kg

·         Kelas I : 71kg – 75kg

·         Kelas Bebas : 75kg keatas

c.       Dewasa

1)      Putra 

·      Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
• Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
• Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
• Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
• Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
• Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
• Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg.
• Kelas H diatas 80 kg s/d 85 kg.
• Kelas I diatas 85 kg s/d 90 kg.
• Kelas J diatas 90 kg s/d 95 kg
• Kelas Bebas diatas 95 kg 

2)   Putri

     Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
• Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
• Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
• Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
• Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
• Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
• Kelas Bebas diatas 75 kg

 

2.    Nomor seni

Pertandingan pencak silat nomor seni dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tunggal, ganda, dan regu (putra dan putri).

a.             Tunggal

·  Tunggal Putra

·  Tunggal Putri

Kategori pertandingan Pencak Silat yang menamplkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan berenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).

b.      Ganda

·      Ganda putra

·      Ganda putri

Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang sama, memperagakan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela Pencak Silat yang dimiliki. Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estetis, mantap dan logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur, baik bertenaga dan cepat maupun dalam gerakan lambat penuh penjiwaan dengan tangan kosong dan dilanjutkan dengan bersenjata, serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).

c.       Regu

·  Regu putra

·  Regu putri

Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 3 (tiga) orang Pesilat dari kubu yang sama mempergerakkan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar, tepat, mantap, penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).

C.  Teknik-teknik dasar

Gerak dasar Pencak Silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali. Berikut macam-macam teknik dasar dalam olahraga Pencak Silat.

 

a.       Kuda-kuda

Menurut Johansyah Lubis (2014:8) Kuda-kuda adalah teknik yang memperlihatkan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. teknik ini digunakan untuk mendukung sikap pasang pencak silat. Kuda-kuda juga digunakan sebagai latihan dasar Pencak Silat untuk memperkuat otot-otot kaki. Otot yang dominan dalam melakukan kuda-kuda adalah quadriseps femonis dan hamstring. Menurut Joansyah Lubis (2014:8) ditinjau dari bentuknya, kuda-kuda dapat diklarifikasikan menjadi 4 jenis yaitu:

1)      Kuda-kuda depan

Kuda-kuda depan yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada di depan, sedangkan kaki lainnya di belakang dan berat ditopang oleh kaki depan. (Posisi membentuk sudut 30 derajat).

2)      Kuda-kuda belakang

Kuda-kuda belakang yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada di depan, sedangkan kaki lainnya berada di belakang dan berat badan ditopang oleh kaki belakang. (Posisi telapak kaki depan lurus dan telapak kaki belakang membentuk sudut ± 60 derajat)

3)      Kuda-kuda tengah

Kuda-kuda tengah yakni kuda-kuda dengan sikap kedua kaki melebar sejajar dengan bahu dan berat badan ditopang secara merata oleh kedua kaki, dapat dilakukan dengan posisi serong. (Posisi kedua telapak kaki serong membentuk sudut 30 derajat).

4)      Kuda-kuda samping

Kuda-kuda sampng yakni kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan ditopang oleh salah satu kaki yang menekuk ke kiri dan ke kanan. (Posisi membentuk sudut 30 derajat.)

b.      Sikap pasang

Sikap pasang adalah teknik dasar pencak silat berupa kombinasi kuda-kuda (posisi kaki), dan sikap badan serta tangan.

c.       Arah

Teknik ini berhubungan dengan arah pesilat ketika akan melakukan serangan atau bertahan.

d.      Pola langkah

Pola langkah adalah gerakan kaki yang terpola secara taktis untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan.

1)      Langkah: Gerakan kaki yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

2)      Pola lantai: Jalur atau lintasan yang dilalui oleh kaki saat melakukan langkah.

3)      Sikap badan: Postur atau posisi tubuh saat melakukan langkah, termasuk kemiringan, keseimbangan, dan lain-lain.

4)      Sikap tangan: Posisi dan gerakan tangan saat melakukan langkah, termasuk bentuk dan arah tangan.

e.       Teknik Pukulan Pencak Silat

Pukulan dalam Pencak Silat ada beberapa macam, namun yang banyak dipakai dalam Pencak Silat kategori tanding adalah pukulan depan atau “jap” dan pokulan sangkol atau “swing”. Kekuatan pukulan terletak pada dua jari yang besar (jari telunjuk dan jari tengah) yang terletak di punggung tangan.

 

1)   Pukulan depan atau jap

Pukulan depan yakni serangan yang menggunakan lengan dengan tangan mengepal melipat jari-jari kemudian kancing dengan ibu jari, lintasannya lurus ke depan, dengan titik sasaran atas, tengah, dan bawah.

2)   Pukulan sangkol atau swing.

Pukulan sangkol adalah serangan yang menggunakan lengan dengan tangan mengepal, lintasan dari bawah ke atas dengan kenaannya kepalan tangan terbalik ke sasaran ulu hati atau tubuh bagian depan, pertarungan ini cocok untuk pertarungan jarak dekat.

f.       Teknik Tendangan Pencak Silat

Ada beberapa teknik dasar tendangan yang digunakan dalam kategori tanding.

1)      Tendangan depan.

Menurut Johansyah Lubis (2014:26) Tendangan depan yaitu serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya kearah depan dengan posisi badan menghadap ke depan dan kenaannya pangkal jari-jari kaki bagian dalam, dengan sasaran ulu hati dan dagu. Berdasarkan pengertian diatas menurut Ansori Ikhsan (2019:110) Tendangan depan mendapat posisi khusus dalam Pencak Silat karena tendangan depan adalah Teknik yang sering digunakan untuk memulai atau menyusul serangan lawan dan dianggap sangat efisien untuk jarak pendek.

2)      Tendangan sabit atau busur

Menurut Notosoejitno (2018:96) Tendangan sabit tendangan yang dilakukan dengan menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya dari samping dan perkenaannya pada punggung kaki. Dari pengertian diatas menurut pendapat Maimun Nusufi (2017:38) Dalam pertandingan Pencak Silat tendangan sabit kerap sekali digunakan untuk mengumpulkan poin karena memiliki keunggulan sangat praktis untuk mendapatkan poin yang jelas sehingga lebih memudahkan wasit dalam menilai pada saat pertandingan berlangsung, Teknik tendangan sabit yang kerap sekali digunakan dengan menggunakan lecutan tungkai bawah yang bersumbu pada lutut dengan diikuti oleh dorongan pinggul sehingga menambah eksplositas tendangan pada sasaran. Tendangan sabit memiliki variasi yaitu serangan langsung tendangan sabit, serangan tidak langsung tendangan sabit, Counter tendangan sabit, dan hindaran serangan sabit.

3)      Tendangan Belakang

Tendangan belakang merupakan tendangan kearah belakang atau dengan membelakangi musuh, tendangan ini jarang digunakan karena pelaksanaannya cukup sulit yaitu membelakangi lawan atau dengan tak melihat lawan sehingga perkenaannya tidak bisa maksimal.

4)      Tendangan samping/T

Tendangan T adalah serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya lurus ke depan dan kenaan pada tumit, telapak kaki dan sisi luar telapak kaki, posisi lurus biasanya digunakan untuk serangan samping, dengan sasaran seluruh bagian tubuh. Dalam Beladiri Karate tendangan ini disebut sebagai Yoko-geri. Terdapat berbagai macam variasi tendangan samping ini, dari semua varian tendangan samping awalan boleh berbeda tetapi bentuk akhirnya sama yaitu membentuk huruf T.

g.      Tangkisan

Tangkisan adalah teknik bertahan dalam pencak silat.

1)      Tangkisan Luar: Tangkisan yang dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari luar, seperti pukulan atau tendangan yang datang dari samping atau depan.

2)      Tangkisan Atas: Tangkisan yang dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari atas, seperti pukulan atau tendangan yang datang dari atas kepala.

3)      Tangkisan Bawah: Tangkisan yang dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari bawah, seperti tendangan atau pukulan yang datang dari bawah.

 

h.      Teknik Jatuhan Pencak Silat

Ada 3 jenis teknik jatuhan atau serangan yang mengarah pada sasaran bawah atau kaki lawan, yaitu:

1)   Sapuan rebah

Sapuan rebah, yakni serangan menyapu kaki dengan cara merebahkan diri bertujuan menjatuhkan lawan dengan sasaran betis. Tujuannya menjatuhkan lawan dengan memperkecil bidang tumpu lawan.

2)   Sapuan tegak

Sapuan tegak yakni serangan menyapu kaki dengan kenaan telapak kaki kearah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam, bertujuan menjatuhkan lawan.

3)   Guntingan

Guntingan yakni Teknik menjatuhkan lawan yang dilakukan dengan menjepit kedua tungkai kaki pada sasaran pinggang, atau tungkai lawan sehingga lawan jatuh. Guntingan terdiri dari guntingan luar dan dalam.

 

D.  kuda-kuda

1. Konseptual Kuda - kuda 

  Teknik dasar pencak silat yang wajib dikuasai yang pertama ialah kuda-kuda. Mengapa demikian? Karena kuda-kuda merupakan sebuah sikap menapakkan kaki yang berfungsi untuk persiapan menyerang lawan sekaligus mempertahahankan posisi agar tidak mudah dijatuhkan ketika berada dalam posisi bertahan. Di dalam pencak silat ada 6 jenis sikap kuda-kuda yang harus kita tahu, antara lain: Kuda-kuda Tengah Kuda-kuda ini dilakukan dengan membuka dan menekuk kedua lutut dengan tumpuan berat bedan berada di tengah.

  • Kuda-kuda Depan. Dibentuk dengan posisi kaki bagian depan ditekuk dengan telapak kaki lurus mengarah ke depan dan kaki yang belakang lurus, kuda-kuda ini menumpukan berat badan di kaki depan.  
  • Kuda-kuda Belakang. Ada dua versi untuk kuda-kuda jenis ini, yang pertama yakni posisi sama dengan kuda-kuda depan hanya saja kaki yang ditekuk dan tumpuan dipindah ke kaki belakang. Jenis yang kedua adalah menaruh berat badan pada kaki belakang dengan tumit tumpuan tegak dengan panggul, badan cenderung condong ke depan dan kaki depan jinjit dengan menapakkan tumit atau ujung kaki.  
  • Kuda-kuda. Samping Sama halnya dengan kuda-kuda depan, kuda-kuda ini dilakukan dengan menekuk satu kaki dan kaki yang lain lurus mengarah ke samping. Tumpuan berat badan diletakkan di kaki yang ditekuk dan bahu segaris atau sejajar dengan kaki.  
  • Kuda-kuda Silang Depan. Kuda-kuda silang depan dibentuk dengan menginjakkan satu kaki ke depan atau kebelakang kaki yang lain, berat badan ditumpukan pada satu kaki, kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu atau ujung jari kaki.  
  • Kuda-kuda Silang Belakang. Kuda-kuda silang belakang yakni kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang dengan keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke belakang, badan tetap lurus agar tidak jatuh saat melakukan gerakan tersebut.        

 

2. Posudural Kuda-Kuda

 1. Gerak dasar kuda-kuda sejajar :
Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang.
Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke samping kanan
b. Kedua lutut ditekuk
c. Posisi kaki luruis sejajar
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak
serta pandangan lurus ke depan.


Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak  

2. Gerakan dasar kuda-kuda depan.

 
Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang


Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke depan
b. Tekuk lutut kaki yang didepan
c. Kaki bagian belakang lurus
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak serta pandangan lurus ke depan.


Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak


3. Gerak dasar kuda_kuda samping :
Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang


Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke samping
kanan
b. Tekuk lutut kaki kanan
c. Kaki kiri lurus
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak serta pandangan lurus ke depan. (sama perlakuannya dengan gerakan yang berlawanan)


Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak


4. Gerak dasar kuda_kuda silang depan :
Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang


Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke depan
b. Lutut ditekuk arah kesamping dengan telapak kaki sejajar
c. Kaki kiri jinjit dengan lutut ditekuk 450
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak serta pandangan lurus ke depan. (sama perlakuannya dengan gerakan yang berlawanan)
 

Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak 

E.  Teknik Pukulan

 Teknik pukulan merupakan suatu upaya untuk menyerang lawan dengan menggunakan tangan. Namun Grameds harus memahami nih, bagaimana sih melakukan teknik pukulan yang benar? Jangan sampai niat hati mau menyerang lawan, tapi Grameds malah cedera karena salah melakukan tekniknya.

Ada beberapa macam teknik pukulan, yaitu:

a. Teknik Pukulan Depan

Teknik ini merupakan pukulan yang lintasannya lurus ke depan. Pukulan ini dapat dilakukan dengan dua macam sikap yang berbeda. Pertama posisi kaki di depan, namun tangan sejajar. Kedua, posisi kaki di depan, namun tangan tidak sejajar. Teknik pukulan depan dalam pencak silat adalah salah satu teknik dasar yang digunakan untuk mengenai lawan (Muhammad Nur:2017).

Teknik Pukulan Depan
1. Pukulan Lurus (Tinju Lurus): Pukulan lurus yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke depan.
2. Pukulan Silang (Tinju Silang): Pukulan silang yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke samping.
3. Pukulan Melengkung (Tinju Melengkung): Pukulan melengkung yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke atas. 

Jenis Pukulan Depan
1. Pukulan Lurus (Tinju Lurus): Pukulan lurus yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke depan.
2. Pukulan Tegak (Tinju Tegak): Pukulan tegak yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke atas dan kemudian diturunkan ke bawah.
3. Pukulan Samping (Tinju Samping): Pukulan samping yang dilakukan dengan tangan yang bergerak ke samping.
4. Pukulan Melingkar (Tinju Melingkar): Pukulan melingkar yang dilakukan dengan tangan yang bergerak melingkar.
5. Pukulan Hook (Tinju Hook): Pukulan hook yang dilakukan dengan tangan yang bergerak melengkung.
6. Pukulan Uppercut (Tinju Uppercut): Pukulan uppercut yang dilakukan dengan tangan yang bergerak ke atas.

Beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh seorang pesilat adalah badan kaku, kekuatan kaki kurang, tangan kurang mengepal, pukulan kurang kuat, dan badan tidak seimbang.

b. Pukulan Bandul

Pukulan ini seperti gerakan bandul, yakni pukulan yang gerakan tangannya dari bawah ke atas. Siku ditekuk 90derajat dengan kaki yang sejajar dengan maupun tidak sejajar. Bebas. Teknik pukulan bandul dalam pencak silat adalah salah satu teknik pukulan yang digunakan untuk mengenai lawan dengan cara memutar tangan seperti bandul (suparman:2015). 

Teknik Pukulan Bandul
1. Posisi Awal: Berdiri dengan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, dengan tangan kanan diangkat ke atas dan tangan kiri diangkat ke samping.
2. Gerakan Pukulan: Putar tangan kanan seperti bandul, dengan menggunakan pergelangan tangan sebagai pusat putaran.
3. Sasaran Pukulan: Sasaran pukulan adalah kepala atau tubuh lawan.

Jenis Pukulan Bandul
1. Pukulan Bandul Kanan: Pukulan bandul yang dilakukan dengan tangan kanan, dengan gerakan melingkar ke arah kanan.
2. Pukulan Bandul Kiri: Pukulan bandul yang dilakukan dengan tangan kiri, dengan gerakan melingkar ke arah kiri.
3. Pukulan Bandul Ganda: Pukulan bandul yang dilakukan dengan kedua tangan, dengan gerakan melingkar ke arah kanan dan kiri secara bergantian.
4. Pukulan Bandul Atas: Pukulan bandul yang dilakukan dengan tangan diangkat ke atas, dengan gerakan melingkar ke arah atas.
5. Pukulan Bandul Bawah: Pukulan bandul yang dilakukan dengan tangan diangkat ke bawah, dengan gerakan melingkar ke arah bawah.

Cara melakukan pukulan bandul adalah dengan memasang kuda-kuda yang tengah. Kemudian silangkan kedua tangan di depan dada. Telungkupkan kepala dan ayunkan salah satu tangan ke depan untuk memukul. Pertahankan tangan lainnya di posisi awal untuk melindungi tubuh dari serangan lawan. Begitu pukulan pertama selesai, susul pukulan berikutnya dengan menggunakan tangan yang lain. Jangan lupa ya Grameds, tangan yang awalnya digunakan untuk memukul digunakan untuk bertahan.

c. Pukulan Tegak

Sasaran dari pukulan tegak adalah bahu atau sendi bahu. Pertama, pasang kuda-kuda tengah. Kemudian letakkan kedua tangan di depan dada (bukan menyilang). Kepalkan jari-jari tangan yang digunakan untuk memukul. Pukulan Tegak adalah pukulan yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke atas dan kemudian diturunkan ke bawah dengan posisi tegak (Edy Sutrisno:2013). 


1. Posisi Awal: Berdiri dengan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, dengan tangan kanan diangkat ke atas dan tangan kiri diangkat ke samping.
2. Gerakan Pukulan: Angkat tangan kanan ke atas dan kemudian turunkan ke bawah dengan posisi tegak, menggunakan pergelangan tangan sebagai pusat kekuatan.
3. Sasaran Pukulan: Sasaran pukulan adalah kepala atau tubuh lawan.

Jenis Pukulan Tegak
1. Pukulan Tegak Lurus: Pukulan tegak yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke atas dan kemudian diturunkan ke bawah dengan posisi lurus.
2. Pukulan Tegak Miring: Pukulan tegak yang dilakukan dengan tangan yang diangkat ke atas dan kemudian diturunkan ke bawah dengan posisi miring.
3. Pukulan Tegak Ganda: Pukulan tegak yang dilakukan dengan kedua tangan, dengan gerakan tegak ke atas dan kemudian diturunkan ke bawah secara bergantian.
4. Pukulan Tegak Atas: Pukulan tegak yang dilakukan dengan tangan diangkat ke atas dan kemudian diturunkan ke bawah dengan posisi atas.
5. Pukulan Tegak Bawah: Pukulan tegak yang dilakukan dengan tangan diangkat ke atas dan kemudian diturunkan ke bawah dengan posisi bawah.

Pukulkan salah satu tangan dengan tegak. Satu tangan lain tetap di posisi awal untuk melindungi tubuh. Lakukan bergantian antara tangan kanan dan kiri.

d. Pukulan Melingkar

Sasaran pukulan melingkar biasanya pinggang lawan. Sebagaimana namanya, pukulan ini dilakukan dengan menggerakkan tangan secara melingkar. Pergerakan bahu dan pinggang yang searah dengan pukulan dapat mempengaruhi kualitas pukulan. Pukulan Melingkar adalah pukulan yang dilakukan dengan tangan yang bergerak melingkar, baik ke arah kanan maupun ke arah kiri (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Pencak Silat Indonesia : 2010)

Teknik
1. Posisi Awal: Berdiri dengan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, dengan tangan kanan diangkat ke atas dan tangan kiri diangkat ke samping.
2. Gerakan Pukulan: Gerakkan tangan kanan melingkar ke arah kanan, dengan menggunakan pergelangan tangan sebagai pusat kekuatan.
3. Sasaran Pukulan: Sasaran pukulan adalah kepala atau tubuh lawan.

Jenis Pukulan Melingkar
1. Pukulan Melingkar Kanan: Pukulan melingkar yang dilakukan ke arah kanan.
2. Pukulan Melingkar Kiri: Pukulan melingkar yang dilakukan ke arah kiri.

e. Pukulan Samping

Pukulan ini mengarah ke samping tubuh dengan menggunakan punggung tangan. Arah pukulan dapat dilakukan ke samping atau depan namun dimulai dari arah samping. Pukulan Samping adalah pukulan yang dilakukan dengan tangan yang bergerak ke samping, baik ke arah kanan maupun ke arah kiri (Institut Pencak Silat Indonesia : 2012).

Teknik
1. Posisi Awal: Berdiri dengan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, dengan tangan kanan diangkat ke atas dan tangan kiri diangkat ke samping.
2. Gerakan Pukulan: Gerakkan tangan kanan ke samping kanan, dengan menggunakan pergelangan tangan sebagai pusat kekuatan.
3. Sasaran Pukulan: Sasaran pukulan adalah kepala atau tubuh lawan.

Jenis Pukulan Samping
1. Pukulan Samping Kanan: Pukulan samping yang dilakukan ke arah kanan.
2. Pukulan Samping Kiri: Pukulan samping yang dilakukan ke arah kiri.

F.    Teknik Tendangan

tendangan terbagi menjadi 4, yaitu:

  1. tendangan lurus ke depan

yaitu tendangan lurus ke depan dengan menggunakan cocor kaki yang mengarah ke ulu hati lawan. 

Teknik tendangan depan atau disebut juga tendangan lurus adalah teknik yang umum dipakai oleh pesilat saat menyerang lawan. Berikut cara melakukan tendangan depan:

Berdiri dengan posisi tegak menghadap ke arah lawan
Lakukan tendangan ke arah depan, pastikan bagian tungkai hingga ujung kaki tetap lurus dan sejajar
Bagian ujung jari kaki yang digunakan untuk mengenai lawan.

 Teknik tendangan depan dalam pencak silat:

1. Sikap awal: Berdiri dengan kaki kiri di depan (untuk orang yang Kidal, sebaliknya) dan kaki kanan di belakang.
2. Angkat kaki: Angkat kaki kanan ke depan dengan lutut sedikit ditekuk.
3. Tendang: Tendang ke depan dengan ujung kaki kanan, sambil memutar pinggul.
4. Turun: Turunkan kaki kanan kembali ke posisi awal.

Kunci teknik:

- Pastikan kaki yang menendang lurus dan tidak miring.
- Gunakan pinggul sebagai pusat kekuatan.
- Jaga keseimbangan tubuh.

2. tendangan sabit

yaitu tendangan dari samping dengan menggunakan cocor atau punggung kaki yang mengarah ke tulang rusuk lawan.  

Teknik tendangan sabit dalam pencak silat:

1. Sikap awal: Berdiri dengan kaki kiri di depan (untuk orang yang Kidal, sebaliknya) dan kaki kanan di belakang.
2. Angkat kaki: Angkat kaki kanan ke samping dengan lutut sedikit ditekuk.
3. Tendang: Tendang ke arah lawan dengan kaki kanan, sambil memutar pinggul dan mengarahkan ujung kaki ke atas.
4. Turun: Turunkan kaki kanan kembali ke posisi awal.

Gerakan kaki:

- Kaki kanan diangkat ke samping, kemudian diayunkan ke arah lawan dengan gerakan melengkung seperti sabit.
- Ujung kaki diarahkan ke atas untuk meningkatkan kekuatan tendangan.

Kunci teknik:

- Pastikan kaki yang menendang melengkung seperti sabit.
- Gunakan pinggul sebagai pusat kekuatan.
- Jaga keseimbangan tubuh.

3. tendangan T

yaitu tendangan samping dengan menggunakan pedang kaki (telapak kaki) atau tumit yang mengarah ke tulang rusuk atau dada lawan. Jika diperhatikan, tendangan ini selintas seperti membentuk huruf T.

 Teknik Tendangan T dalam pencak silat:

1. Sikap awal: Berdiri dengan kaki kiri di depan (untuk orang yang Kidal, sebaliknya) dan kaki kanan di belakang.
2. Angkat kaki: Angkat kaki kanan ke depan dengan lutut sedikit ditekuk, sehingga kaki kanan membentuk sudut 90 derajat dengan kaki kiri.
3. Tendang: Tendang ke depan dengan ujung kaki kanan, sambil memutar pinggul dan mengarahkan kaki kanan ke arah lawan.
4. Turun: Turunkan kaki kanan kembali ke posisi awal.

Kunci teknik:

- Pastikan kaki yang menendang membentuk sudut 90 derajat dengan kaki lainnya.
- Gunakan pinggul sebagai pusat kekuatan.
- Jaga keseimbangan tubuh.

4. tendangan belakang

Tendangan belakang adalah tendangan yang efektif untuk menyerang lawan dari belakang, karena dapat dilakukan dengan cepat dan tidak terduga.

Teknik tendangan belakang dalam pencak silat:

1. Sikap awal: Berdiri dengan kaki kiri di depan (untuk orang yang Kidal, sebaliknya) dan kaki kanan di belakang.
2. Putar badan: Putar badan ke arah kanan, sehingga kaki kanan berada di belakang kaki kiri.
3. Angkat kaki: Angkat kaki kanan ke belakang dengan lutut sedikit ditekuk.
4. Tendang: Tendang ke belakang dengan ujung kaki kanan, sambil memutar pinggul dan mengarahkan kaki kanan ke arah lawan.
5. Turun: Turunkan kaki kanan kembali ke posisi awal.

Kunci teknik:

- Pastikan kaki yang menendang berada di belakang kaki lainnya.
- Gunakan pinggul sebagai pusat kekuatan.
- Jaga keseimbangan tubuh.
 

Teknik tendangan depan atau disebut juga tendangan lurus adalah teknik yang umum dipakai oleh pesilat saat menyerang lawan. Berikut cara melakukan tendangan depan:

Berdiri dengan posisi tegak menghadap ke arah lawan
Lakukan tendangan ke arah depan, pastikan bagian tungkai hingga ujung kaki tetap lurus dan sejajar
Bagian ujung jari kaki yang digunakan untuk mengenai lawan


 G. Jurus Pukulan Sembilan

 Jurus Pukulan Sembilan adalah salah satu jurus dasar dalam pencak silat yang terdiri dari sembilan gerakan pukulan yang dilakukan dengan cepat dan efektif. Jurus ini berfungsi untuk memukul dan menangkis pukulan dari lawan saat pertandingan berlangsung.

1. gerakan 1: posisi awal dengan posisi siap, lalu disusul dengan posisi kuda-kuda satu. kemudian satu pukulan dari tangan kanan dilayangkan yang disertai dengan 1 kaki yang melangkah 

2. gerakan 2:  pukulan disusul oleh tangan kiri tanpa mengubah posisi kaki atau kuda-kuda

3. gerakan 3:  pukulan membandul oleh tangan kanan yang penepuk tangan kiri

4. gerakan 4 : tangkisan atas yang mengarah keluar menggunakan tangan kanan

5.gerakan 5 : tangkisan bawah kearah kanan menggunakan tangan kanan

6. gerakan 6: tangkisan bawah kiri menggunakan tangan kanan

7. gerakan 7 : tangkisan atas menggunakan tangan kanan

8. gerakan 8: tangkisan atas yang mengarah ke dalam menggunakan tangan kanan

9. gerakan 9 : pukulan samping kanan menggunakan tangan kanandengan kaki yang bergerak maju tanpa mengganti posisi kaki

 

H. Jurus Tunggal Tangan Kosong

1. jurus 1 

a). mundur kaki ke kiri, sikap pasang selup kanan

b). maju kaki kiri tepuk sisir kedua kaki rapat, maju kaki kanan dobrak.

c). tangkapan kanan tarik kerusuk kanan.

d). angkat lutut kiri patahkan dengan 2 lengan

e). tendangan loncat kanan lurus / depan

f). taruh kaki kanan disamping kanan, ubah badan kearah kiri, pukul depan kanan tangan kiri menangkis samping.

g). tolak tangan kiri, pasang rendah kaki kiri di depan.

 

 2. jurus 2

a). interval balik arah kiri, sikap pasang kuda belakang.

b). maju kaki kanan, tangkapan kanan siku kiri arah samping, kaki miring.

c). tendangan dengan kiri.

d). pukulan depan kanan, tangan kiri tangkis samping, kaki kiri depan miring.

e). maju kaki kanan, tangkap tangan kanan, sikuan atas kiri.

f). putar badan samping kiri bawah duduk, lutut kanan di bawah.

 

 3. jurus 3 

a). interval langkah silang depan kaki kanan, langkah kiri mundur, balik arah sikap pasang angkat kaki kanan. 

b). tangkis tengah

c). maju samping kanan, pukulan samping kanan.

d). tendangan sabit kiri arah depan.

e). kaki kiri sapuan rebah belakang. 

4. jurus 4

a)      Interval sikap pasang kanan atas

b)      Tangkis lengan, langkah kipat

c)       Pukulan samping kiri

d)      Siku kanan miring, kaki kiri depan

e)      Tendangan “T” kanan depan

f)       Colok kanan

g)      Tangkisan galang atas, posisi jari tangan terbuka

5. jurus 5

a)      Interval arah samping kiri, sikap pasang serong

b)      Maju kaki kanan pukulan totok kanan

c)       Egos kaki kanan pukulan bandul kiri

d)      Egos kaki kiri, kuda-kuda tengah tanglisan galang

e)      Kaki rapat pukulan kanan

f)       Buka kaki kiri kuda-kuda tengah elakan mundur

6. jurus 6

a)      Interval balik arah kanan belakang

b)      Putar badan kedepan sikap pasang samping, kuda-kuda depan kiri.

c)       Balik belah bumi angkat kaki tangan

d)      Lompatan cengkram kanan

e)      Sapuan tegak kanan

f)       Gejig kanan

g)      Putar kaki kanan, sikap garuda samping kanan

h)      Putar balik kiri, tangkisan 2 tangan arah kiri

 

7. jurus 7

a)      Egos kaki kanan ke belakang, sikap pasang menyamping

b)      Kibas kanan

c)       Kaki kanan sikuan kanan

d)      Pukulan punggung tangan kanan

e)      Putar badan, tendangan T belakang  kiri

f)       Lompat ke belakang, miring ke kanan

g)      Sapuan rebah depan

h)      Putar badan kedepan

i)        Sikap duduk

link :

 https://drive.google.com/file/d/1-1smu87dlDfCEA7h_NnUepGS10nKslVY/view?usp=drivesdk

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OLAHRAGA PETANQUE

  5.        Panduan Dasar Bermain Petanque Olahraga Petanque merupakan cabang olahraga ketepatan yang menuntut kontrol teknik, konsentrasi, ...