Rabu, 26 Februari 2025

kuda-kuda

 

1. Konseptual Kuda - kuda 

  Teknik dasar pencak silat yang wajib dikuasai yang pertama ialah kuda-kuda. Mengapa demikian? Karena kuda-kuda merupakan sebuah sikap menapakkan kaki yang berfungsi untuk persiapan menyerang lawan sekaligus mempertahahankan posisi agar tidak mudah dijatuhkan ketika berada dalam posisi bertahan. Di dalam pencak silat ada 6 jenis sikap kuda-kuda yang harus kita tahu, antara lain: Kuda-kuda Tengah Kuda-kuda ini dilakukan dengan membuka dan menekuk kedua lutut dengan tumpuan berat bedan berada di tengah.

  • Kuda-kuda Depan. Dibentuk dengan posisi kaki bagian depan ditekuk dengan telapak kaki lurus mengarah ke depan dan kaki yang belakang lurus, kuda-kuda ini menumpukan berat badan di kaki depan.  
  • Kuda-kuda Belakang. Ada dua versi untuk kuda-kuda jenis ini, yang pertama yakni posisi sama dengan kuda-kuda depan hanya saja kaki yang ditekuk dan tumpuan dipindah ke kaki belakang. Jenis yang kedua adalah menaruh berat badan pada kaki belakang dengan tumit tumpuan tegak dengan panggul, badan cenderung condong ke depan dan kaki depan jinjit dengan menapakkan tumit atau ujung kaki.  
  • Kuda-kuda. Samping Sama halnya dengan kuda-kuda depan, kuda-kuda ini dilakukan dengan menekuk satu kaki dan kaki yang lain lurus mengarah ke samping. Tumpuan berat badan diletakkan di kaki yang ditekuk dan bahu segaris atau sejajar dengan kaki.  
  • Kuda-kuda Silang Depan. Kuda-kuda silang depan dibentuk dengan menginjakkan satu kaki ke depan atau kebelakang kaki yang lain, berat badan ditumpukan pada satu kaki, kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu atau ujung jari kaki.  
  • Kuda-kuda Silang Belakang. Kuda-kuda silang belakang yakni kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang dengan keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke belakang, badan tetap lurus agar tidak jatuh saat melakukan gerakan tersebut.        
 
2. Posudural Kuda-Kuda

 1. Gerak dasar kuda-kuda sejajar :


Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang.


Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke samping kanan
b. Kedua lutut ditekuk
c. Posisi kaki luruis sejajar
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak
serta pandangan lurus ke depan.


Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak
  

2. Gerakan dasar kuda-kuda depan.

 
Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang


Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke depan
b. Tekuk lutut kaki yang didepan
c. Kaki bagian belakang lurus
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak serta pandangan lurus ke depan.


Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak


3. Gerak dasar kuda_kuda samping :
Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang


Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke samping
kanan
b. Tekuk lutut kaki kanan
c. Kaki kiri lurus
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak serta pandangan lurus ke depan. (sama perlakuannya dengan gerakan yang berlawanan)


Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak


4. Gerak dasar kuda_kuda silang depan :
Sikap awal.
a. Dengan sikap pasang atau sikap siap
b. Pandangan lurus ke depan
c. Badan tegak
d. Tangan mengepal di pinggang


Sikap pelaksanaan.
a. Langkahkan kaki kanan lurus ke depan
b. Lutut ditekuk arah kesamping dengan telapak kaki sejajar
c. Kaki kiri jinjit dengan lutut ditekuk 450
d. Tangan disamping pinggang, badan tegak serta pandangan lurus ke depan. (sama perlakuannya dengan gerakan yang berlawanan)
 

Sikap akhir.
a. Kaki kanan ditarik kembali ke posisi siap
b. Badan tegak 

Jumat, 21 Februari 2025

Teknik- teknik dasar pencak silat

 

Pencak silat terbagi atas dua nomor, yaitu tanding dan seni. (Supriatna Endang:2010), mengatakan keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Nomor Tanding bertujuan untuk memenangkan pertandingan dengan gerakan serangan dan pertahanan, waktu terbatas, dan penilaian berdasarkan poin. Sedangkan Nomor Seni bertujuan untuk  menampilkan keindahan gerakan dengan fokus keindahan dan kesempurnaan, waktu tidak terbatas, dan penilaian berdasarkan keindahan dan kesempurnaan. Dikutip dari buku Pencak Silat (2015) karya Erwin Setyo Kriswanto, S.Pd., M.Kes.AIFO, ada empat aspek dalam pencak silat. Empat aspek pencak silat adalah aspek mental spiritual, aspek seni, aspek bela diri, dan aspek olahraga. Aspek seni dari pencak silat adalah wujud kebudayaan dalam bentuk gerak dan irama. Perwujudan gerak pencak silat sendiri ditekankan pada keselarasan antara raga, irama, dan rasa.

1.    Nomor tanding

Pertandingan pencak silat nomor tanding dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan berat badan, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, dan L. Pertandingan pencak silat nomor tanding juga dibagi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan berat badan.

o  Kelas pertandingan

a.       Usia Dini

·     Kelas A 26 kg s/d 28 kg.

·     Kelas B diatas 28 kg s/d 30 kg.

·     Kelas C diatas 30 kg s/d 32 kg.

·     Kelas D diatas 32 kg s/d 34 kg.

·     Kelas E diatas 34 kg s/d 36 kg.

·     Kelas F diatas 36 kg s/d 38 kg.

·     Kelas G diatas 38 kg s/d 40 kg.

·     Kelas H diatas 40 kg s/d 42 kg.

b.      Remaja

1)   Putra

·         Kelas A : 39kg – 43kg

·         Kelas B : 43kg – 47kg

·         Kelas C : 47kg – 51kg

·         Kelas D : 51kg – 55kg

·         Kelas E : 55kg – 59kg

·         Kelas F : 59kg – 63kg

·         Kelas G : 63kg – 67kg

·         Kelas H : 67kg – 71kg

·         Kelas I : 71kg – 75kg

·         Kelas J : 75kg – 79kg

·         Kelas K : 79kg – 83kg

·         Kelas L : 83kg – 87kg

·         Kelas Bebas : 87kg keatas

2)   Putri

·         Kelas A : 39kg – 43kg

·         Kelas B : 43kg – 47kg

·         Kelas C : 47kg – 51kg

·         Kelas D : 51kg – 55kg

·         Kelas E : 55kg – 59kg

·         Kelas F : 59kg – 63kg

·         Kelas G : 63kg – 67kg

·         Kelas H : 67kg – 71kg

·         Kelas I : 71kg – 75kg

·         Kelas Bebas : 75kg keatas

c.       Dewasa

1)      Putra

 

·      Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
• Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
• Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
• Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
• Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
• Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
• Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg.
• Kelas H diatas 80 kg s/d 85 kg.
• Kelas I diatas 85 kg s/d 90 kg.
• Kelas J diatas 90 kg s/d 95 kg
• Kelas Bebas diatas 95 kg

 

2)   Putri

·      Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
• Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
• Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
• Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
• Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
• Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
• Kelas Bebas diatas 75 kg

 

2.    Nomor seni

Pertandingan pencak silat nomor seni dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tunggal, ganda, dan regu (putra dan putri).


a.             Tunggal

·  Tunggal Putra

·  Tunggal Putri

Kategori pertandingan Pencak Silat yang menamplkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan berenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).


b.      Ganda

·      Ganda putra

·      Ganda putri

Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang sama, memperagakan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela Pencak Silat yang dimiliki. Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estetis, mantap dan logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur, baik bertenaga dan cepat maupun dalam gerakan lambat penuh penjiwaan dengan tangan kosong dan dilanjutkan dengan bersenjata, serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).


c.       Regu

·  Regu putra

·  Regu putri

Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 3 (tiga) orang Pesilat dari kubu yang sama mempergerakkan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar, tepat, mantap, penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang

berlaku untuk kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).

 


3.     Teknik-teknik dasar

Gerak dasar Pencak Silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali. Berikut macam-macam teknik dasar dalam olahraga Pencak Silat.


a.       Kuda-kuda

Menurut Johansyah Lubis (2014:8) Kuda-kuda adalah teknik yang memperlihatkan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. teknik ini digunakan untuk mendukung sikap pasang pencak silat. Kuda-kuda juga digunakan sebagai latihan dasar Pencak Silat untuk memperkuat otot-otot kaki. Otot yang dominan dalam melakukan kuda-kuda adalah quadriseps femonis dan hamstring. Menurut Joansyah Lubis (2014:8) ditinjau dari bentuknya, kuda-kuda dapat diklarifikasikan menjadi 4 jenis yaitu:


1)      Kuda-kuda depan

Kuda-kuda depan yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada di depan, sedangkan kaki lainnya di belakang dan berat ditopang oleh kaki depan. (Posisi membentuk sudut 30 derajat).


2)      Kuda-kuda belakang

Kuda-kuda belakang yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada di depan, sedangkan kaki lainnya berada di belakang dan berat badan ditopang oleh kaki belakang. (Posisi telapak kaki depan lurus dan telapak kaki belakang membentuk sudut ± 60 derajat)


3)      Kuda-kuda tengah

Kuda-kuda tengah yakni kuda-kuda dengan sikap kedua kaki melebar sejajar dengan bahu dan berat badan ditopang secara merata oleh kedua kaki, dapat dilakukan dengan posisi serong. (Posisi kedua telapak kaki serong membentuk sudut 30 derajat).


4)      Kuda-kuda samping

Kuda-kuda sampng yakni kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan ditopang oleh salah satu kaki yang menekuk ke kiri dan ke kanan. (Posisi membentuk sudut 30 derajat.)

 


b.      Sikap pasang

Sikap pasang adalah teknik dasar pencak silat berupa kombinasi kuda-kuda (posisi kaki), dan sikap badan serta tangan.

 


c.       Arah

Teknik ini berhubungan dengan arah pesilat ketika akan melakukan serangan atau bertahan.

 


d.      Pola langkah

Pola langkah adalah gerakan kaki yang terpola secara taktis untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan.


1)      Langkah: Gerakan kaki yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

2)      Pola lantai: Jalur atau lintasan yang dilalui oleh kaki saat melakukan langkah.

3)      Sikap badan: Postur atau posisi tubuh saat melakukan langkah, termasuk kemiringan, keseimbangan, dan lain-lain.

4)      Sikap tangan: Posisi dan gerakan tangan saat melakukan langkah, termasuk bentuk dan arah tangan.

 


e.       Teknik Pukulan Pencak Silat

Pukulan dalam Pencak Silat ada beberapa macam, namun yang banyak dipakai dalam Pencak Silat kategori tanding adalah pukulan depan atau “jap” dan pokulan sangkol atau “swing”. Kekuatan pukulan terletak pada dua jari yang besar (jari telunjuk dan jari tengah) yang terletak di punggung tangan.

 

1)   Pukulan depan atau jap

Pukulan depan yakni serangan yang menggunakan lengan dengan tangan mengepal melipat jari-jari kemudian kancing dengan ibu jari, lintasannya lurus ke depan, dengan titik sasaran atas, tengah, dan bawah.

2)   Pukulan sangkol atau swing.

Pukulan sangkol adalah serangan yang menggunakan lengan dengan tangan mengepal, lintasan dari bawah ke atas dengan kenaannya kepalan tangan terbalik ke sasaran ulu hati atau tubuh bagian depan, pertarungan ini cocok untuk pertarungan jarak dekat.

 


f.       Teknik Tendangan Pencak Silat

Ada beberapa teknik dasar tendangan yang digunakan dalam kategori tanding.


1)      Tendangan depan.

Menurut Johansyah Lubis (2014:26) Tendangan depan yaitu serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya kearah depan dengan posisi badan menghadap ke depan dan kenaannya pangkal jari-jari kaki bagian dalam, dengan sasaran ulu hati dan dagu. Berdasarkan pengertian diatas menurut Ansori Ikhsan (2019:110) Tendangan depan mendapat posisi khusus dalam Pencak Silat karena tendangan depan adalah Teknik yang sering digunakan untuk memulai atau menyusul serangan lawan dan dianggap sangat efisien untuk jarak pendek.


2)      Tendangan sabit atau busur

Menurut Notosoejitno (2018:96) Tendangan sabit tendangan yang dilakukan dengan menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya dari samping dan perkenaannya pada punggung kaki. Dari pengertian diatas menurut pendapat Maimun Nusufi (2017:38) Dalam pertandingan Pencak Silat tendangan sabit kerap sekali digunakan untuk mengumpulkan poin karena memiliki keunggulan sangat praktis untuk mendapatkan poin yang jelas sehingga lebih memudahkan wasit dalam menilai pada saat pertandingan berlangsung, Teknik tendangan sabit yang kerap sekali digunakan dengan menggunakan lecutan tungkai bawah yang bersumbu pada lutut dengan diikuti oleh dorongan pinggul sehingga menambah eksplositas tendangan pada sasaran. Tendangan sabit memiliki variasi yaitu serangan langsung tendangan sabit, serangan tidak langsung tendangan sabit, Counter tendangan sabit, dan hindaran serangan sabit.


3)      Tendangan Belakang

Tendangan belakang merupakan tendangan kearah belakang atau dengan membelakangi musuh, tendangan ini jarang digunakan karena pelaksanaannya cukup sulit yaitu membelakangi lawan atau dengan tak melihat lawan sehingga perkenaannya tidak bisa maksimal.


4)      Tendangan samping/T

Tendangan T adalah serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya lurus ke depan dan kenaan pada tumit, telapak kaki dan sisi luar telapak kaki, posisi lurus biasanya digunakan untuk serangan samping, dengan sasaran seluruh bagian tubuh. Dalam Beladiri Karate tendangan ini disebut sebagai Yoko-geri. Terdapat berbagai macam variasi tendangan samping ini, dari semua varian tendangan samping awalan boleh berbeda tetapi bentuk akhirnya sama yaitu membentuk huruf T.

 


g.      Tangkisan

Tangkisan adalah teknik bertahan dalam pencak silat.

1)      Tangkisan Luar: Tangkisan yang dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari luar, seperti pukulan atau tendangan yang datang dari samping atau depan.

2)      Tangkisan Atas: Tangkisan yang dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari atas, seperti pukulan atau tendangan yang datang dari atas kepala.

3)      Tangkisan Bawah: Tangkisan yang dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari bawah, seperti tendangan atau pukulan yang datang dari bawah.

 


h.      Teknik Jatuhan Pencak Silat

Ada 3 jenis teknik jatuhan atau serangan yang mengarah pada sasaran bawah atau kaki lawan, yaitu:

1)   Sapuan rebah

Sapuan rebah, yakni serangan menyapu kaki dengan cara merebahkan diri bertujuan menjatuhkan lawan dengan sasaran betis. Tujuannya menjatuhkan lawan dengan memperkecil bidang tumpu lawan.

2)   Sapuan tegak

Sapuan tegak yakni serangan menyapu kaki dengan kenaan telapak kaki kearah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam, bertujuan menjatuhkan lawan.

3)   Guntingan

Guntingan yakni Teknik menjatuhkan lawan yang dilakukan dengan menjepit kedua tungkai kaki pada sasaran pinggang, atau tungkai lawan sehingga lawan jatuh. Guntingan terdiri dari guntingan luar dan dalam.

 

Jumat, 14 Februari 2025

Sejarah perkembangan pencak silat

Pencak silat merupakan olahraga seni beladiri yang berasal dari bangsa rumpun Melayu, termasuk Indonesia. Jumlah perguruan pencak silat sangat banyak, berdasarkan catatan PB IPSI sampai dengan tahun 1993 telah mencapai 840 perguruan pencak silat di Indonesia. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). IPSI didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, Jawa Tengah. Upaya untuk mempersatukan pencak silat sebenarnya sudah dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1922 di Sagalaherang, Subang, Jawa Barat, didirikan Perhimpoenan Pentjak Silat Indonesia untuk menggabungkan aliran pencak Jawa Barat yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara. Pada masa pendudukan Jepang, Presiden Soekarno pernah menjadi pelindungnya. 

Upaya serupa juga diadakan di Yogyakarta. Pada tahun 1943, beberapa pendekar pencak silat, yaitu R. Brotosoetarjo (pendiri perguruan silat Budaya Indonesia Mataram), Mohamad Djoemali (pendekar pencak Setia Hati dari Sekolah Taman Siswa), R.M. Harimoerti (pendiri aliran pencak Tejokusuman), Abdoellah (pendekar Pencak Kesehatan), R. Soekirman (pendekar pencak Rukun Kasarasaning Badan), Alip Poerwowarso (pendekar pencak Setia Hati Organisasi), Soewarno (pendekar pencak Setia Hati Terate), R. Soepono Mangkoepoedjono (pendiri perguruan pencak Persatuan Hati), dan R.M. Soenardi Soerjodiprodjo (pendiri perguruan pencak Tunggal Hati), mendirikan organisasi dengan nama Gaboengan Pentjak Mataram yang disingkat Gapema untuk bersama-sama menggalang pencak silat yang tumbuh di Kesultanan Yogyakarta. Gapema diketuai oleh K.P.H. Nototaruno, adik Sri Paduka Paku Alam VIII.



Setelah beberapa tahun, tepatnya pada tahun 1947, di Yogyakarta juga berdiri satu organisasi bernama Gabungan Pentjak Seluruh Indonesia yang disingkat Gapensi dengan tujuan mempersatukan aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Gapensi didirikan oleh Mohamad Djoemali (pendekar pencak Setia Hati dari Sekolah Taman Siswa) bersama beberapa tokoh pencak silat lainnya, yaitu R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo (pendiri perguruan silat Perisai Diri), Ki Netra Widjihartani (pendiri perguruan pencak silat Prisai Sakti Mataram), R. Brotosoetarjo (pendiri perguruan silat Bima), dan Widjaja. Meskipun organisasi di Jawa Barat dan Yogyakarta ini bercita-cita nasional, namun keanggotaannya masih berskala lokal. Untuk itu PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia), yang kemudian berganti nama menjadi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), mengadakan sebuah Konferensi Bagian Pencak di Solo pada tanggal 2 Juni 1948. Pertemuan tersebut sebelumnya telah diawali dengan rapat pembentukan Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia di Solo pa
da awal tahun 1947 yang diprakarsai oleh Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro, yang di kemudian hari beliau menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dari hasil rapat ini dibentuklah panitia IPSI (Ikatan Pentjak Seluruh Indonesia) pada bulan Mei 1947 yang diketuai oleh Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro. IPSI bernaung di bawah Kementerian Negara Urusan Pemuda.

OLAHRAGA PETANQUE

  5.        Panduan Dasar Bermain Petanque Olahraga Petanque merupakan cabang olahraga ketepatan yang menuntut kontrol teknik, konsentrasi, ...