Pencak silat terbagi atas dua nomor, yaitu tanding dan
seni. (Supriatna Endang:2010), mengatakan keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
Nomor Tanding bertujuan untuk memenangkan pertandingan dengan gerakan serangan
dan pertahanan, waktu terbatas, dan penilaian berdasarkan poin. Sedangkan Nomor
Seni bertujuan untuk menampilkan
keindahan gerakan dengan fokus keindahan dan kesempurnaan, waktu tidak
terbatas, dan penilaian berdasarkan keindahan dan kesempurnaan. Dikutip dari buku Pencak Silat
(2015) karya Erwin Setyo Kriswanto, S.Pd., M.Kes.AIFO, ada empat aspek dalam
pencak silat. Empat aspek pencak silat adalah aspek mental spiritual, aspek
seni, aspek bela diri, dan aspek olahraga. Aspek seni dari pencak silat adalah
wujud kebudayaan dalam bentuk gerak dan irama. Perwujudan gerak pencak silat
sendiri ditekankan pada keselarasan antara raga, irama, dan rasa.
1.
Nomor tanding
Pertandingan pencak silat nomor tanding dibagi menjadi
beberapa kelas berdasarkan berat badan, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, dan
L. Pertandingan pencak silat nomor tanding juga dibagi berdasarkan usia, jenis
kelamin, dan berat badan.
o Kelas pertandingan
a.
Usia Dini
· Kelas A 26 kg s/d 28 kg.
· Kelas B diatas 28 kg s/d 30 kg.
· Kelas C diatas 30 kg s/d 32 kg.
· Kelas D diatas 32 kg s/d 34 kg.
· Kelas E diatas 34 kg s/d 36 kg.
· Kelas F diatas 36 kg s/d 38 kg.
· Kelas G diatas 38 kg s/d 40 kg.
· Kelas H diatas 40 kg s/d 42 kg.
b.
Remaja
1)
Putra
·
Kelas A : 39kg – 43kg
·
Kelas B : 43kg – 47kg
·
Kelas C : 47kg – 51kg
·
Kelas D : 51kg – 55kg
·
Kelas E : 55kg – 59kg
·
Kelas F : 59kg – 63kg
·
Kelas G : 63kg – 67kg
·
Kelas H : 67kg – 71kg
·
Kelas I : 71kg – 75kg
·
Kelas J : 75kg – 79kg
·
Kelas K : 79kg – 83kg
·
Kelas L : 83kg – 87kg
·
Kelas Bebas : 87kg
keatas
2)
Putri
·
Kelas A : 39kg – 43kg
·
Kelas B : 43kg – 47kg
·
Kelas C : 47kg – 51kg
·
Kelas D : 51kg – 55kg
·
Kelas E : 55kg – 59kg
·
Kelas F : 59kg – 63kg
·
Kelas G : 63kg – 67kg
·
Kelas H : 67kg – 71kg
·
Kelas I : 71kg – 75kg
·
Kelas Bebas : 75kg
keatas
c.
Dewasa
1)
Putra
·
Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
• Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
• Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
• Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
• Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
• Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
• Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg.
• Kelas H diatas 80 kg s/d 85 kg.
• Kelas I diatas 85 kg s/d 90 kg.
• Kelas J diatas 90 kg s/d 95 kg
• Kelas Bebas diatas 95 kg
2)
Putri
· Kelas A
45 kg s/d 50 kg.
• Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
• Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
• Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
• Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
• Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
• Kelas Bebas diatas 75 kg
2.
Nomor seni
Pertandingan pencak silat nomor seni dibagi menjadi tiga
kategori, yaitu tunggal, ganda, dan regu (putra dan putri).
a. Tunggal
· Tunggal Putra
· Tunggal Putri
Kategori pertandingan Pencak Silat yang
menamplkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku
secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan
berenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk
kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).
b.
Ganda
·
Ganda putra
·
Ganda putri
Kategori pertandingan Pencak Silat
yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang sama, memperagakan
kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela Pencak Silat yang dimiliki.
Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estetis, mantap dan
logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur, baik bertenaga dan cepat
maupun dalam gerakan lambat penuh penjiwaan dengan tangan kosong dan dilanjutkan
dengan bersenjata, serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku
untuk kategori ini. (Munas IPSI, 2007:3).
c.
Regu
· Regu putra
· Regu putri
Kategori pertandingan Pencak Silat yang
menampilkan 3 (tiga) orang Pesilat dari kubu yang sama mempergerakkan
kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar, tepat, mantap, penuh penjiwaan
dan kompak dengan tangan kosong serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan
yang
berlaku untuk kategori ini. (Munas
IPSI, 2007:3).
3.
Teknik-teknik dasar
Gerak dasar Pencak Silat adalah suatu gerak terencana,
terarah, terkoordinasi dan terkendali. Berikut macam-macam teknik dasar dalam
olahraga Pencak Silat.
a. Kuda-kuda
Menurut Johansyah Lubis (2014:8) Kuda-kuda adalah teknik
yang memperlihatkan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. teknik ini
digunakan untuk mendukung sikap pasang pencak silat. Kuda-kuda juga digunakan
sebagai latihan dasar Pencak Silat untuk memperkuat otot-otot kaki. Otot yang
dominan dalam melakukan kuda-kuda adalah quadriseps femonis dan hamstring. Menurut
Joansyah Lubis (2014:8) ditinjau dari bentuknya, kuda-kuda dapat
diklarifikasikan menjadi 4 jenis yaitu:
1)
Kuda-kuda depan
Kuda-kuda depan yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki
berada di depan, sedangkan kaki lainnya di belakang dan berat ditopang oleh
kaki depan. (Posisi membentuk sudut 30 derajat).
2)
Kuda-kuda belakang
Kuda-kuda belakang yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu
kaki berada di depan, sedangkan kaki lainnya berada di belakang dan berat badan
ditopang oleh kaki belakang. (Posisi telapak kaki depan lurus dan telapak kaki
belakang membentuk sudut ± 60 derajat)
3)
Kuda-kuda tengah
Kuda-kuda tengah yakni kuda-kuda dengan sikap kedua kaki
melebar sejajar dengan bahu dan berat badan ditopang secara merata oleh kedua
kaki, dapat dilakukan dengan posisi serong. (Posisi kedua telapak kaki serong membentuk
sudut 30 derajat).
4)
Kuda-kuda samping
Kuda-kuda sampng yakni kuda-kuda dengan posisi kedua kaki
melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan ditopang oleh salah satu kaki yang
menekuk ke kiri dan ke kanan. (Posisi membentuk sudut 30 derajat.)
b.
Sikap pasang
Sikap pasang adalah teknik dasar
pencak silat berupa kombinasi kuda-kuda (posisi kaki), dan sikap badan serta
tangan.
c.
Arah
Teknik ini berhubungan dengan arah pesilat ketika akan melakukan
serangan atau bertahan.
d. Pola langkah
Pola langkah adalah gerakan kaki
yang terpola secara taktis untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan.
1)
Langkah: Gerakan kaki yang berpindah
dari satu tempat ke tempat lain.
2)
Pola lantai: Jalur atau lintasan
yang dilalui oleh kaki saat melakukan langkah.
3)
Sikap badan: Postur atau posisi
tubuh saat melakukan langkah, termasuk kemiringan, keseimbangan, dan lain-lain.
4)
Sikap tangan: Posisi dan gerakan
tangan saat melakukan langkah, termasuk bentuk dan arah tangan.
e.
Teknik Pukulan Pencak Silat
Pukulan dalam Pencak Silat ada beberapa macam, namun yang
banyak dipakai dalam Pencak Silat kategori tanding adalah pukulan depan atau
“jap” dan pokulan sangkol atau “swing”. Kekuatan pukulan terletak pada dua jari
yang besar (jari telunjuk dan jari tengah) yang terletak di punggung tangan.
1)
Pukulan depan atau jap
Pukulan depan yakni serangan yang menggunakan lengan dengan
tangan mengepal melipat jari-jari kemudian kancing dengan ibu jari, lintasannya
lurus ke depan, dengan titik sasaran atas, tengah, dan bawah.
2)
Pukulan sangkol atau swing.
Pukulan sangkol adalah serangan yang menggunakan lengan
dengan tangan mengepal, lintasan dari bawah ke atas dengan kenaannya kepalan
tangan terbalik ke sasaran ulu hati atau tubuh bagian depan, pertarungan ini
cocok untuk pertarungan jarak dekat.
f. Teknik Tendangan Pencak Silat
Ada beberapa teknik dasar tendangan yang digunakan dalam
kategori tanding.
1)
Tendangan depan.
Menurut Johansyah Lubis (2014:26) Tendangan depan yaitu
serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya kearah depan
dengan posisi badan menghadap ke depan dan kenaannya pangkal jari-jari kaki
bagian dalam, dengan sasaran ulu hati dan dagu. Berdasarkan pengertian diatas
menurut Ansori Ikhsan (2019:110) Tendangan depan mendapat posisi khusus dalam Pencak
Silat karena tendangan depan adalah Teknik yang sering digunakan untuk memulai
atau menyusul serangan lawan dan dianggap sangat efisien untuk jarak pendek.
2) Tendangan sabit atau busur
Menurut Notosoejitno (2018:96) Tendangan sabit tendangan
yang dilakukan dengan menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya dari samping
dan perkenaannya pada punggung kaki. Dari pengertian diatas menurut pendapat
Maimun Nusufi (2017:38) Dalam pertandingan Pencak Silat tendangan sabit kerap
sekali digunakan untuk mengumpulkan poin karena memiliki keunggulan sangat
praktis untuk mendapatkan poin yang jelas sehingga lebih memudahkan wasit dalam
menilai pada saat pertandingan berlangsung, Teknik tendangan sabit yang kerap
sekali digunakan dengan menggunakan lecutan tungkai bawah yang bersumbu pada
lutut dengan diikuti oleh dorongan pinggul sehingga menambah eksplositas
tendangan pada sasaran. Tendangan sabit memiliki variasi yaitu serangan
langsung tendangan sabit, serangan tidak langsung tendangan sabit, Counter
tendangan sabit, dan hindaran serangan sabit.
3)
Tendangan Belakang
Tendangan belakang merupakan tendangan kearah belakang atau
dengan membelakangi musuh, tendangan ini jarang digunakan karena pelaksanaannya
cukup sulit yaitu membelakangi lawan atau dengan tak melihat lawan sehingga perkenaannya
tidak bisa maksimal.
4)
Tendangan samping/T
Tendangan T adalah serangan yang menggunakan sebelah kaki
dan tungkai, lintasannya lurus ke depan dan kenaan pada tumit, telapak kaki dan
sisi luar telapak kaki, posisi lurus biasanya digunakan untuk serangan samping,
dengan sasaran seluruh bagian tubuh. Dalam Beladiri Karate tendangan ini disebut
sebagai Yoko-geri. Terdapat berbagai macam variasi tendangan samping ini, dari semua
varian tendangan samping awalan boleh berbeda tetapi bentuk akhirnya sama yaitu
membentuk huruf T.
g.
Tangkisan
Tangkisan adalah teknik bertahan dalam pencak silat.
1)
Tangkisan Luar: Tangkisan yang
dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari luar, seperti
pukulan atau tendangan yang datang dari samping atau depan.
2)
Tangkisan Atas: Tangkisan yang
dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari atas, seperti
pukulan atau tendangan yang datang dari atas kepala.
3)
Tangkisan Bawah: Tangkisan yang
dilakukan untuk menghindari serangan lawan yang datang dari bawah, seperti
tendangan atau pukulan yang datang dari bawah.
h.
Teknik Jatuhan Pencak Silat
Ada 3 jenis teknik jatuhan atau serangan yang mengarah pada
sasaran bawah atau kaki lawan, yaitu:
1)
Sapuan rebah
Sapuan rebah, yakni serangan menyapu kaki dengan cara
merebahkan diri bertujuan menjatuhkan lawan dengan sasaran betis. Tujuannya
menjatuhkan lawan dengan memperkecil bidang tumpu lawan.
2)
Sapuan tegak
Sapuan tegak yakni serangan menyapu kaki dengan kenaan
telapak kaki kearah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam, bertujuan
menjatuhkan lawan.
3)
Guntingan
Guntingan yakni Teknik menjatuhkan lawan yang dilakukan
dengan menjepit kedua tungkai kaki pada sasaran pinggang, atau tungkai lawan
sehingga lawan jatuh. Guntingan terdiri dari guntingan luar dan dalam.